bbmkg5@bmkg.go.id (0967) 534883

Informasi Kimia Air Hujan Papua


Informasi Kimia Air Hujan di Papua dan Papua Barat
A.    Tingkat keasaman air hujan (pH)
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Papua dilakukan di 4 (Empat) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph.
Hasil analisis laboratorium pada Tahun 2021 - 2022 seperti terlihat pada grafik di bawah ini: 
Derajat Keasaman = pH
Keterangan pH Air Hujan:
•    > 7         : pH basa
•    6.1 - 7         : Air hujan sangan baik, cenderung netral seperti air permukaan
•    5.6 - 6         : pH air hujan ideal
•    4.1 - 5.5    : Hujan asam
•    3 - 4         : Hujan asam (tinggi)
•    < 3         : Hujan asam (ekstrem)
•    NAB = Nilai Ambang Batas = 5.6

B.    Daya Hantar Listrik 
Nilai kualitas air berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No: 492/MENKES/PER/IV/2010, bahwa nilai pH normal adalah 6,5-8,5 dan nilai TDS normal adalah kurang dari 500 mg/L [1]. Sedangkan untuk Konduktivitas, berdasarkan standar daya hantar listrik air tanah sebesar 30-200 µS/cm seperti ditunjukkan pada Tabel 1. 

 

Informasi Kualitas Udara di Papua dan Papua Barat
Salah satu sumber polutan udara paling utama adalah Suspended Particulate Matter (SPM). SPM adalah partikel udara yang sangat kecil berukuran kurang dari 100 mikron dengan ambang batas aman kurang dari 230 μgr.m-3.
Pemantauan SPM dilakukan dengan metode sampling menggunakan, High Volume Sampler (HVS), sedangkan untuk analisis laboratorium menggunakan Neraca Analitik (Analytical Balance). 

 

Bagikan Artikel :

Gempabumi